5 Strategi Bisnis UMKM di Tengah Pandemi dari Fortuneidn.com

2 min read

Peringati Hari UMKM Nasional, BRI Gelar Gerakan BRILiaN Sahabat UMKM 

Peringati Hari UMKM Nasional, BRI Gelar Gerakan BRILiaN Sahabat UMKM 

Ada banyak jenis bisnis yang bisa dibangun. Salah satunya ada bisnis UMKM. Terkait jenis bisnis ini, anda pastinya sering mendengar yang kurang baik seperti kuranganya support pemerintah. Terlebih lagi jika bisnis UMKM tersebut adalah bisnis kecil. Namun kini anda tidak perlu ragu untuk mendirikan bisnis UMKM. Pemerintah kini mendukung penuh terhadap pertumbuhan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM). Tidak hanya sokongan permodalan, pelaku bisnis UMKM juga mendapatkan sokongan regulasi dari pemerintah.

Lalu menghadapi pandemi, UMKM tetap bisa bertahan. Tentunya harus ada keterlibatan pemerintah untuk mempertahankan bisnis para pebisnis UMKM. Melansir dari Antaranews, Fortune Indonesia menyebutkan tiga strategi bisnis UMKM yang bisa digunakan di tengah pandemi. Apa sajakh itu? Berikut ini ulasannya.

  1. Menghargai diri sendiri sebelum hal luar

Tips yang bisa dilakukan pebisnis UMKM agar bertahan di tengah pandemi adalah merencakan kebutuhan internalnya. Jadi, dahulukan diri sendiri sebelum orang lain. Hal ini sangat perlu diperhatikan. Misalnya, setiap kali anda mendapatkan uang hasil bisnis, maka prioritaskan alokasinya untuk kebutuhan sadar operasional bisnis terlebih dahulu dan menggaji pekerja.

Setelah itu, anda bisa menyimpan beberapa uang untuk keperluan usaha di masa yang akan datang. Bisa dibilang, uang simpanan tersebut berperan sebagai dana darurat. Selain simpanan untuk bisnis, sisikan pula untuk modal ekspansi bisnis atau dana lainnya. Menyisihkan uang untuk pelatihan peningkatan kompetensi usaha pun penting dilakukan.

  1. Buat skema bisnis secara matang

Anda menjalankan bisnis, tentunya sangat penting untuk membuat suatu skema bisnis yang sistematis. Sistem bisnis tersebut harus teruji kapan pun. Pada bisnis UMKM, ada dua jenis sistem bisnis yang sangat perlu diperhatikan, di antaranya sistem pengelola bisnis dan sistem teknis penyelenggaraan bisnis.

Sistem bisnis harus fundamental atau mendasar pada kebutuhan. Misalnya sistem tersebut erat kaitannya dengan karakter dan kemampuan atas pemahaman aturan jual beli, manajemen keuangan dasar dan kompetensi dan tata kelola operasional bisnis. Hal fundamental ini sangat penting peranannya agar UMKM dapat terus berlangsung dan tumbuh kuat dalam menghadapi beragam persaingan bisnis meski berada di masa sulit.

  1. Membangun kultur perusahaan besar

Meski bisnis UMKM, ada baiknya untuk membangun kultur layaknya sebuah perusahaan besar. Perusahaan besar yang kita ketahui tentu pernah pada kondisi yang terpuruk ketika memulai bisnisnya. Maa belajarnya layaknya perusahaan besar. Mereka memiliki sikap terus belajar, pantang menyerah, disiplin dan tidak cepat berpuas diri dalam menjalankan bisnis. Belajarlah dari mereka agar UMKM pun mampu berdiri tegap dan bersaing dengan perusahaan lain.

  1. Terus belajar

Belajar itu tidak terbatas usia dan waktu. Sangat penting bagi UMKM untuk terus belajar dalam menjalankan bisnis. Tidak ada salahnya mencontoh perusahaan besar. Ambil sikap positif mereka dalam berbisnis. Sehingga UMKM dapat terus berdiri meski berada di masa yang membuat banyak pebisnis terpuruk.

  1. Jangan takut jatuh

Dalam menjalankan suatu bisnis apalagi bisnis UMKM, tidak perlu takut jatuh. Pastinya ada masa pasang surut dalam mendirikan bisnis. Namun agar terhindar dari keterpurukan yang mendalam, belajarlah dari perusahaan atau bisnis lain. Dengan belajar, anda bisa menghindari risiko besar dalam berbisnis.

Itulah beberapa strategi yang bisa anda lakukan adalam menjalankan bisnis UMKM. Ada banyak strategi lainnya yang bisa anda dapatkan dari berita bisnis fortuneidn.com. Sekian, semoga revire web berita fortuneidn.com tersebut bermanfaat.

Source Of 5 Strategi Bisnis UMKM di Tengah Pandemi dari Fortuneidn.com From all source

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *