Bazar UMKU, Disdag Kudus: Mahasiswa Harus Punya Jiwa Wiraswasta

1 min read

Kepala Dinas Perdagangan Kabupaten Kudus Sudiharti saat meninjau bazar mahasiswa KKN UMKU di 18 desa
Kepala Dinas Perdagangan Kabupaten Kudus Sudiharti saat meninjau bazar mahasiswa KKN UMKU di 18 desa

lensaPati.com, KUDUS – Bazar yang diselenggarakan di Universitas Muhammadiyah Kudus (UMKU) merupakan produk unggulan disetiap desa Kabupaten Kudus yang dibawakan dan dikreasi oleh para mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN).

Kepala Dinas Perdagangan Kabupaten Kudus, Sudiharti mengatakan, untuk mahasiswa memang seharusnya mempelajari dan terjun langsung dalam berwirausaha agar hal tersebut tumbuh dibenaknya dan menjadi seorang wiraswasta.

“Memang seharusnya kalau mahasiswa harus belajar seperti ini langsung praktek supaya jiwa wirausaha mereka tumbuh untuk menjadi wiraswasta,” katanya usai ditemui memantau bazar mahasiswa KKN UMKU.

Lebih lanjut, kata dia, selain mahasiswa UMKU, mahasiswa lainnya juga harus bisa diberi didikan agar memiliki kemandirian dalam berwirausaha. Bukan mencari kerjaan sebagai buruh dan lain sebagainya, namun harus menjadi wiraswasta.

“Kita harus mendidik mahasiswa untuk bisa mandiri bukan untuk mencari pekerjaan sebagai buruh,” bebernya.

Sudiharti menambahkan, pihaknya juga menginginkan untuk mahasiswa setelah lulus pendidikan nantinya bisa membuka lapangan pekerjaan yang bermanfaat bagi orang lain, serta memberikan ilmu mengenai wirausaha.

“Keinginan kami mahasiswa-mahasiswa ini, setelah lulus jangan menunggu kerjaan lamar kesana kemari, tapi harus bisa menciptakan lapangan pekerjaan yang bermanfaat bagi orang lain,” jelasnya.

Sementara itu, mahasiswi KKN Desa Rejosari Agustin Veranda mengatakan, produk yang ditampilkan ini yakni Batik Eco print yang dibuat oleh PKK Desa Rejosari. Untuk jenisnya ada tas, baju, kaos dan kain.

“Selain itu ada juga yang bisa dibuat blazer. Untuk harganya mulai dari Rp 160 ribu hingga Rp 200 ribu. Kalau Eco print yang sudah jadi harganya Rp 250 ribu keatas harganya mahal karena proses pembuatannya lama,” terangnya.

Dia juga membeberkan cara merawat Eco print dengan mudah, yakni cukup dengan dicuci dan direndam. Tidak perlu memakai detergen. Usai kering dijemurnya tidak diperbolehkan diruang terbuka yang panas.

“Sangat mudah hanya dicuci dan cukup direndam. Tidak perlu pakai deterjen dan harus dijemur di ruang yang lembap,” ujarnya.

Bagi masyarakat yang berminat membeli produk Eco print bisa datang ke Desa Rejosari. Veranda juga berkeinginan membantu memasarkan produk dagangan ini agar lebih dikenal masyarakat luas.

Mahasiswi KKN Desa Gribig Patricia Ayu Anggita mengatakan, produk dari prakarya yang ditampilkan yakni vas bunga, tempat pensil, tempat permen, lalu ada tas dari proklim, puding labu dan juga jamu.

“Diketahui, untuk pembuatannya yakni dari labu kuning yang dicampurkan dengan coklat dan susu yang bermanfaat untuk mengurangi stunting dan menambah nafsu makan,” katanya.

Selain itu, untuk bazar dirinya berharap kedepan tidak hanya seperti ini tempatnya. “Saya ingin seperti bazar yang ada di pasar rakyat soalnya kita lebih dari 10 stand. Kalau dibuat seperti pasar rakyat pastinya lebih meriah,” pungkasnya.

Informasi Viral Berjudul Bazar UMKU, Disdag Kudus: Mahasiswa Harus Punya Jiwa WiraswastaSebelumnya Sudah Tayang di samin-news(*)com