Mengatasi Rendahnya Protokol Kesehatan di Masa Pandemi

1 min read

Mengatasi Rendahnya Protokol Kesehatan di Masa Pandemi

Mengatasi Rendahnya Protokol Kesehatan di Masa Pandemi

Dalam pelaksanaan progam kerja individu KKN MDR (KKN Mandiri Dari Rumah) IPMAFA , Tiravica Ayu Pradesya sebagai anggota KKN MDR EPIDEMIC (Kelompok 26) mengadakan kegiatan Mengatasi Rendahnya Protokol Kesehatan di Masa Pandemi. Kegiatan tersebut diadakan di desa Suwaduk kecamatan Wedarijaksa Kabupaten Pati. Kegiatan ini dilakukan pada hari Selasa 10 Agustus 2021 jam 11.30 sampai selesai.

Protokol kesehatan hampir saja dilupakan bagi lingkungan masyarakat ,tingkat kepatuhan warga semakin menurun. Kepatuhan warga dalam mematuhi protokol pencegahan covid19 dengan tidak menjaga jarak sosial dan tidak memakai masker saat beraktivitas khususnya warga desa Suwaduk di masjid dan musola, salah satu penyebab tingginya khasus positif covid19 di Indonesia adalah kedisiplinan masyarakat terhadap protokol kesehatan yang masih rendah.

Di butuhkan kerjasama semua pihak untuk membangun kesadaran publik. Tingkat ketaatan warga terhadap protokol kesehatan bisa menjadi sumber penularan virus corona jika di terus teruskan tanpa adanya tindakan, oleh karna itu wajib mengemukakan pentingnya kolaborasi pemerintah daerah dan masyarakat untuk memastikan protokol kesehatan dijalankan hingga tingkat lingkungan masyarakat.

juga harus bekerjasama dalam menerapkan dan meningkatkan kepatuhan protokol kesehatan.

Rendahnya pemahaman masyarakat desa Suwaduk khusunya di masjid dan musola salah satunya karena disinfodemi, banyak tersebar yang menjadikan masyarakat ragu ini lah yang menjadi penyebab rendahnya kepatuhan masyarakat terhadap protokol kesehatan seperti:

Kurangnya pemahaman masyarakat tentang betapa rentan mereka terhadap covid 19
Kurangnya pemahaman masyarakat terhadap manfaat protokol kesehatan
Kurangnya informasi untuk mendorong masyarakat melakukan upaya protokol kesehatan

Kurangnya akses implementasi protokol kesehatan seperti masker,sabun,hand sanitizer dll.

Sebagian warga terkadang juga ada warga yang menyepelekan untuk menerapkan 5M di lingkungan dan ada pula yang sulit untuk diajak mematuhi protokol kesehatan yang telah dianjurkan oleh pemerintah saat pandemi ini.

Simpang siur informasi menyebabkan persepsi yang berbeda di desa Suwaduk. Sebagian besar masyarakatpun sulit memahaminya. Informasi yang simpang siur ini terlihat dari perbedaan kebijakan antara pemerintahan pusat dan daerah sejak awal pandemi ini terjadi.

Bahkan ketidak konsistenan dan informasi yang simpang siur ini terus ditampilkan dimedia oleh pejabat publik hingga menyebabkan masyarakat bingung kepada kebijakan pemerintah.

Konflik kepentingan lebih menonjol ketimbang masalah utama menangulangi wabah ini. Hal inilah yang membuat masyarakat Suwaduk juga akhirnya apatis dan tidak terlalu mau nurut pada aturan yang telah di tetapkan. Rendahnya kesadaran terhadap protokol kesehatan juga disebabkan pemahaman masyarakat yang tidak merata. Masih banyak masyarakat yang kurang paham terhadap bahaya wabah ini.

Selain itu sebagian masyarakat Indonesia masih mempunyai cara pandang yang konvensional atau bisa di artikan sebagian masyarakat mengikuti aturan karena ancaman hukuman atau sanksi.

Mengajak warga desa Suwaduk khusunya di daerah masjid dan juga musola untuk menerapkan pola hidup sehat seperti menggunakan masker saat keluar rumah, mencuci tangan dan mnggunakan senitezer , serta menjaga jarak dan hindari kerumunan. Dengan adanya penerapan 5 M ini untuk menghindari penularan wabah virus covid 19.

(*)

Source Of Mengatasi Rendahnya Protokol Kesehatan di Masa Pandemi From all source

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *