Meningkatkan Kualitas Pendidikan Dengan Belajar Kelompok

2 min read

 

Idealnya, pendidikan bukan hanya berorientasi dalam  masa sekarang & masa kemudian akan tetapi seharusnya telah proses mengantisipasi & mendiskusikan masa depan. Pendidikan wajib  melihat jauh ke depan & pikirkan mengenai hal yg akan dihadapi murid pada masa depan. Menurut Khabibah (2006:1), pendidikan apa yg baik merupakan pendidikan bukan  hanya menaruh pelajaran peserta didiknya buat sebuah profesi, namun juga buat memecahkan perkara mereka hadapi pada kehidupan sehari-hari.
Masalah primer belajar pada sekolah-sekolah waktu ini, salah satunya merupakan rendahnya daya serap murid yg dibuktikan menggunakan homogen-homogen output belajar murid yg selalu masih sangat risi mengenai ini Salah satu sebab merupakan syarat pembelajaran konvensional & bersifat teacher centric sebagai akibatnya bukan menyentuh ranah dimensi siswa diri sendiri, begitulah cara belajar yg sebenarnya.
Model pembelajaran yg ditampilkan sang pengajar lebih didominasi sang pengajar sebagai akibatnya murid cenderung pasif & tidak di beri kesempatan akses buat berkembang menggunakan cara berdikari melalui inovasi & proses beliau pikir.
Penerapan Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK) yg lalu direvisi menggunakan Kurikulum Tingkat Unit Pendidikan (KTSP) menuntut adanya pergeseran kerangka berpikir pada pendidikan & proses belajar pada sekolah. Satu menurut membarui kerangka berpikir belajar merupakan orientasi belajar yg orisinil berpusat dalam pengajar (Teacher Centered) beralih ke berpusat dalam murid (Berpusat dalam Siswa); metodologi lagi lebih didominasi sang ekspositori bergeser ke partisipatif; & pendekatan aslinya lebih perubahan tekstual sebagai kontekstual. Semua perubahan itu pada dasarnya memperbaiki kualitas pendidikan baik menurut segi proses & output pendidikan.
Oleh karenanya kiranya perlu penemuan pembelajaran supaya proses pembelajaranya nir hanya pada penguasaan sang pengajar saja yaitu pembelajaran grup menjadi peningkatan kualitas pendidikan.
Pembelajaran grup (cooperative learning) asal menurut istilah cooperative yg berarti sesuatu yg pada lakukan secara bersama-sama menggunakan saling membantu menjadi grup atau tim. Pembelajaran grup acapkalikali pada sebut menggunakan kata pembelajaran gotong royong, adalah sistem pembelajaran yg menaruh kesempatan pada murid buat bekerja sama menggunakan murid lain pada tugas-tugas yg terstruktur. Selanjutnya pembelajaran grup hanya berhasil jika dibuat grup atau tim yg didalamnya murid bekerja secara terarah buat mencapai tujuan yg sudah dipengaruhi menggunakan jumlah anggota grup biasanya hanya terdiri menurut 4-6 orang.Adapun hal yang perlu di perhatikan dalam pembelajaran kelompok agar bisa meningkatkan kualitas pendidikan antara lain :
a. Penjelasan materi
Tahap proses penjelasan merupakan penyampaian pokok-pokok materi pelajaran sebelum siswa belajar dalam kelompok. Tujuan utamanya adalah siswa memahami pokok materi pelajaran. Pada tahap ini guru memberikan gambaran umum tentang materi pelajaran yang harus dikuasai selanjutnya siswa akan memperdalam materi melalui pembelajaran kelompok. Pada tahap pendekatan ini guru bisa melakukan penjelasan dengan ceramah,tanya jawab, atau demonstrasi.
b. Pembelajaran kelompok
Pembelajaran kelompok bersifat heterogen, artinya kelompok dibentuk berdasarkan perbedaan-perbedaan setiap anggotanya, baik perbedaan gender, latar belakang agama, sosial–ekonomi, dan etnik, serta perbedaan kemampauan akademik.
c. Penilaian
belajar kelompok dapat dinilai  dengan tes atau kuis. Tes atau kuis dilakukan baik secara individual maupun secara kelompok. kemampuan setiap siswa dapat di ketahui melalui tes individual, dan informasi kemampuan kelompok dapat di ketahui melalui tes kelompok. Hasil akhir setiap siswa adalah keduanya di gabungkan  dibagi dua.
Dengan pembelajaran kelompok siswa atau mahasiswa bisa saling berkerjasama untuk bisa mendalami materi dengan cara partisipatif, dengan cara tersebut mutu kualitas pendidikan akan meningkat karena  :
a. Ketergantungan siswa pada guru menurun sekaligus dapat menambah kepercayaan kemampuan berfikir sendiri, menemukan informasi dari berbagai sumber, dan belajar dari siswa yang lain,
b. Kemampuan dapat di kembangkan melalui mengungkapkan ide atau gagasan dengan kata-kata secara lisan dan membandingkannya dengan ide orang lain.
d. Dapat membantu siswa untuk respek pada orang lain dan menyadari akan segala keterbatasannya serta menerima segala perbedaan.
e. Pembelajaran kelompok merupakan strategi yang cukup ampuh untuk meningkatkan prestasi akademik serta keterampilan sosial, termasuk mengembangkan rasa harga diri, hubungan interpersonal yang positif dengan orang lain, mengembangkan keterampilan manajemen waktu, dan sikap positif menuju sekolah.

Penulis : Moh khoirun Ni’am

 

Source Of Meningkatkan Kualitas Pendidikan Dengan Belajar Kelompok From all source

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *