CDR dan Pentingnya Menjaga Kesehatan Tulang

3 min read

CDR dan Pentingnya Menjaga Kesehatan Tulang

Pentingnya menjaga kesehatan tulang pada dasarnya tak luput dari adanya sistem rangka dalam tubuh manusia. Rangka berfungsi sebagai alat gerak pasif, memberi bentuk tubuh, melindungi alat vital, tempat pembentukan sel-sel darah merah, tempat melekatnya otot, menyimpan mineral terutama kalsium (Ca) dan florin (F), serta menahan dan menegakkan tubuh. Tulang yang sehat akan memudahkan kita dalam beraktivitas.

Tanpa kita sadari, aktivitas sehari-hari seperti menyapu, mengangkat barang, berjalan, berlari, naik turun tangga, menggendong dan bermain bersama buah hati, menjemur pakaian, dan lain-lain yang kita lakukan memerlukan peran aktif tulang kita. Lantas bagaimana cara kita agar kesehatan tulang tetap terjaga?
Pertama, rutin melakukan aktivitas fisik. Gaya hidup aktif akan membiasakan tulang bekerja sebagaimana fungsinya, yang secara tidak langsung memicu pertumbuhan dan perkembangan tulang dalam tubuh. Pada usia anak-anak aktivitas fisik sangat berperan dalam pembentukan tulang. Aktivitas melompat misalnya, dapat mendorong tumbuh tinggi anak-anak. Selain itu, kebiasaan aktivitas fisik di masa muda juga akan memberi kepadatan tulang di usia dewasa dan mencegah terjadinya patah tulang di masa tua. Adapun olahraga seperti bersepeda, jogging, golf, menari, hiking, badminton, tenis meja, volly, dan angkat berat juga dianjurkan guna menjaga kekuatan tulang di masa depan.
Kedua, menjaga berat badan serta meminimalisir konsumsi minuman beralkohol dan merokok. Berat badan ideal (bukan obesitas atau kurus) dapat menghindari risiko cedera pada tulang. Sementara itu, konsumsi minuman beralkohol dan merokok berlebih dapat mengurangi kepadatan tulang sehingga tulang mudah keropos di masa mendatang.
Ketiga, memilih makanan yang kaya vitamin D dan kalsium. Vitamin D berfungsi untuk mendukung pertumbuhan tulang dan memperbanyak penyerapan kalsium dalam tulang. Vitamin D dapat kita jumpai pada makanan seperti  telur, sereal, ikan tuna, dan ikan salmon. Selain vitamin D, kalsium juga berperan penting untuk memperkuat tulang dan gigi. Makanan yang tinggi kalsium di antaranya brokoli, bok choy, okra, selada air, buah jeruk, tahu, kacang almond, kacang merah, dan ikan sardin kalengan. Adapun makanan lain seperti bayam dan sayuran hijau, yogurt, susu serta keju juga dapat memberi asupan kalsium untuk tubuh.
Fungsi lain kalsium yang tidak kalah penting untuk kesehatan tubuh kita adalah membantu proses peredaran darah, pelepasan hormon dan enzim, mendukung pergerakan otot, mengatur detak jantung, serta menyalurkan pesan antara otak dan seluruh bagian tubuh. Kalsium yang dibutuhkan setiap orang berbeda-beda, anak-anak sekitar 1.300 mg per hari, dewasa 1.000 mg per hari, pria di atas 70 tahun dan wanita di atas 50 tahun 1.200 mg per hari. Dari situ, dapat diketahui bahwa wanita lebih rentan mengalami kerusakan tulang dibandingkan pria, apalagi setelah menopause.

Usia 30 tahun adalah fase puncak kepadatan tulang, yang mana setelah itu terjadi penurunan produksi massa tulang. Dilansir dari situs resmi Kementrian Kesehatan RI dalam situs web cdr.co.id bahwa 23% wanita berusia 50-80 tahun, 53% wanita berusia 70-80 tahun menderita osteoporosis. Osteoporosis adalah penyakit akibat penurunan kepadatan tulang atau lebih populer disebut tulang keropos. Penyakit ini juga kerap diderita oleh perempuan berusia muda, pria ataupun anak-anak akibat kurangnya asupan kalsium dalam tubuh.
Oleh sebab itu, pemberian asupan kalsium bagi ibu hamil dan menyusui sangat dianjurkan. Ibu hamil memerlukan kalsium sekitar 1.200-1.300  mg per hari, untuk pertumbuhan tulang dan gigi janin yang dikandungnya. Sedangkan ibu menyusui akan kehilangan kalsium 3-5% dikarenakan pemberian ASI untuk bayi yang sedang tumbuh dan membutuhkan banyak kalsium untuk pertumbuhan tulang dan giginya.

Keempat, mengonsumsi suplemen. Suplemen dibutuhkan karena asupan kalsium dari makanan atau minuman terkadang masih minim lantaran cara pengolahan makanan yang kurang tepat sehingga mengurangi kandungan kalsium di dalamnya. Merebus sayur dalam air mendidih terlalu lama misalnya, dapat mengurangi bahkan menghilangkan mineral Ca di dalamnya. Karena itu, pemberian suplemen menjadi penting demi kesehatan tubuh.

CDR (Calcium D Redoxon)
Salah satu suplemen yang mengandung kalsium tinggi adalah CDR (Calcium D Redoxon). CDR mengandung kombinasi formula kalsium 250 mg, vitamin C 1.000 mg, vitamin D 300IU, dan vitamin B6 15mg. Kegunaan kalsium sebagaimana disebutkan di atas, sedangkan yang lainnya, vitamin C berfungsi untuk mendukung pembentukan tulang, vitamin D untuk memaksimalkan penyerapan kalsium dalam tubuh, dan vitamin B6 (pyridoxine) untuk mengurangi risiko patah tulang.

Aturan Pakai CDR
Berdasarkan nutrisi yang terkandung di dalamnya, CDR aman dikonsumsi ibu hamil dan menyusui, serta wanita menopause. Tentu harus disesuaikan dengan aturan pakainya. Dosis CDR dan CDR Fortos yaitu 1 tablet per hari. Terkhusus untuk penderita asam lambung (achlorhydria) lebih tepat mengonsumsi suplemen ini saat sedang makan.

Konsumen CDR
Selain ibu hamil, menyusui, dan wanita menopause, terdapat beberapa kalangan yang baik mengonsumsi CDR antara lain, yaitu:

Vegetarian
Kaum vegan cenderung mengalami patah tulang karena kurangnya asupan kalsium dari daging, karena pada dasarnya 100 gram daging sapi mengandung 18 mg Ca.
Penderita gangguan pencernaan atau usus

Penyakit radang usus (celiac) menurunkan kemampuan usus untuk menyerap kalsium.

Osteoporosis
Asupan suplemen sangat dibutuhkan bagi penderita tulang keropos, guna terbentuknya kembali kepadatan tulang.

Intoleransi laktosa
Intoleransi laktosa menyebabkan kurangnya asupan kalsium dari produk susu hewani.

Penyuka garam
Konsumsi garam (natrium) berlebih menyebabkan hilangnya banyak kalsium.

Produk CDR
CDR yang diproduksi oleh PT Bayer Indonesia memiliki beberapa varian produk yaitu:
CDR orange
CDR fruit punch
CDR fortos orange
Ketiganya baik dikonsumsi oleh ibu hamil dan menyusui. Wanita dan pria di bawah usia 40 tahun baik mengonsumsi CDR fruit punch. Sedangkan wanita dan pria di atas usia 40 tahun baik mengonsumsi CDR fortos orange. Suplemen ini mudah kita dapatkan karena dijual bebas di pasaran. Harganya pun sangat terjangkau dibandingkan dengan manfaat yang diberikan.

(*).

Source Of CDR dan Pentingnya Menjaga Kesehatan Tulang From all source

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *