Pembuatan Jamu Tradisional Untuk Tingkatkan Imunitas

5 min read

Pembuatan Jamu Tradisional Untuk Tingkatkan Imunitas

PEMBUATAN JAMU TRADISIONAL UNTUK MENINGKATKAN IMUNITAS 

TUBUH DALAM MENGHADAPI PANDEMI COVID-19 DI DESA 

PANGGUNGOYOM KECAMATAN WEDARIJAKSA KABUPATEN PATI  

 

Anim Nurachmawati

Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini 

Institut Pesantren Matholi’ul Falah 

email: [email protected]

 

Abstrak  

Jamu adalah ramuan tradisional yang terbuat dari bahan-bahan alami seperti tumbuhan ataupun rempah- rempah tanpa penambahan zat kimia. Jamu kunyit asam yang dipadukan dengan rempah-rempah hasil budidaya warga Desa Panggungroyom dimanfaatkan untuk pembuatan jamu tradisional yang dapat di konsumsi untuk meningkatkan sistem imunitas tubuh dalam menghadapi pandemi Covid-19. Kunyit, Curcuma longa L. (Zingiberaceae) adalah tanaman tropis yang banyak terdapat di benua Asia. Dalam sejarah perobatan rakyat India, kunyit  dianggapkan sebagai bahan antibiotik yang terbaik sementara pada masa yang sama kunyit juga digunakan untuk memudahkan proses pencernaan dan memperbaiki perjalanan usus. Pandemi Covid-19 mulai mewabah di Indonesia pada awal tahun 2020. Di tengah krisis Kesehatan akibat pandemi covid-19 ini, berbagai jenis pengobatan untuk meningkatkan sistem imun dilakukan dengan berbagai hal, salah satunya yaitu membuat jamu tradisional. Indonesia merupakan salah satu negara penghasil rempah-rempahan yang dapat digunakan untuk membuat jamu kunyit asam. Jamu kunyit asam dibuat dan diolah secara tradisional dan menggunakan bahan alami tanpa menggunakan bahan pengawet. Proses pembuatan jamu terdiri dari tiga tahap yaitu penghalusan,pencampuran dan penyaringan. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui proses pembuatan jamu kunyit asam dengan memanfaatkan rempah-rempahan hasil budidaya warga Desa Panggungroyom  dan menentukan formulasinya, sehingga dapat meningkatkan nilai jual jamu kunyit asam, selain itu juga dengan harga yang murah dan bahan baku yang sangat mudah ditemukan, jamu dapat dibuat dan dikonsumsi sendiri di rumah masing-masing.

Kata kunci : Jamu ,Kunyit asam,Covid-19, Curcuma Longa L 

 

LATAR BELAKANG  

Indonesia adalah negara yang kaya akan sumber daya alam yang sangat melimpah, termasuk tumbuhan dan rempah-rempahan yang sangat mudah di tanam di tanah Indonesia. Berbagai macam rempah-rempah yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia memiliki khasiat sebagai obat tapi sedikiti orang yang mengetahui zat yang terkadung di dalam rempah-rempah ini. Di Desa Panggungroyom merupakan salah satu desa yang berada di Kecamatan Wedarijaksa Kabupaten Pati , desa ini mempunyai tanah yang subur sehingga banyak sekali warganya yang membudidayakan tanaman empon-empon di pekarangan rumahnya. Pada saat ini Dunia sedang menghadapi krisis kesehatan dan sosial-ekonomi global yang belum pernah terjadi sebelumnya yang dipicu oleh pandemi COVID-19. Penyakit dari kasus pertama yang dikonfirmasi oleh laboratorium tentang infeksi 2019nCoV adalah pada 1 Desember 2019 di Wuhan, Cina. COVID-19 memiliki masa inkubasi rata-rata 5,2 hari (interval kepercayaan 95%, 4,1-7,0). Infeksinya akut tanpa status karier apa pun. Gejala biasanya dimulai dengan sindrom nonspesifik, termasuk demam, batuk kering, dan kelelahan.[1] 

Di Indonesia ini , kehidupan jutaan anak-anak dan keluarga telah berubah. PPKM dan penutupan berbagai sarana mempengaruhi pendidikan, kesehatan mental, dan akses mereka ke layanan kesehatan dasar. Pertimbangan ekonomi selalu penting bagi pemerintah ketika mengambil tindakan apapun itu , termasuk dalam perjuangan saat ini untuk mengatasi ancaman pandemi coronavirus. Dalam menghadapi krisis Kesehatan saat ini berbagai upaya dilakukan untuk menjaga agar tubuh tetap sehat dan terhindar dari berbagai macam penyankit . Jamu kunir asam mungkin dapat menjadi salah satu pilihan untuk memperkuat sistem imun tubuh seseorang. Jamu adalah obat herbal tradisional Indonesia yang telah dipraktekkan selama berabad-abad di masyarakat Indonesia ini  untuk menjaga kesehatan dan mengobati penyakit  Kunyit dan asam merupakan salah satu jenis rempah yang banyak ditanam oleh masyarakat  Desa Panggungrotom kecamtan Wedarijaksa Kabupaten Pati. Namun salama ini pemanfaatan kunyit dan asam hanya sebagai rempah bumbu masakan saja. Seperti diketahui bahwa kandungan manfaat yang ada didalam kunyit dan asam adalah sangat tinggi, yaitu seperti kurkuminoid dan minyak astiri, dimana kurkuminoid adalah senyawa yang berpotensi sebagai antioksidan. Oleh karena itu, kedua rempah yang selama ini juga diracik sebagai minuman jamu, dalam masa pandemi Covid ini sangatlah diburu oleh masyarakat sekitar , karena dapat meningkatkan imun tubuh. Namun kurang maksimalnya produksi beserta pengemasan yang menarik, sehingga kedua rempah ini tidak dapat berguna maksimal seperti seharusnya. Untuk mengatasi masalah di atas, maka kegiatan pengabdian ini berfokus pada pembuatan minuman jamu guna meningkatkan imunitas tubuh dan menjaga kesehatan tubuh . [2] 

 

 

METODE PENGABDIAN MASYARAKAT 

Mitra kegiatan ini adalahh masyarakat Desa Panggungroyom Kecamatan Wedarijaksa Kabupaten Pati Provinsi Jawa Tengah Indonesia. Dalam rangka Kuliah Kerja Nyata ini , diperlukan Langkah-langkahh untuk menyelesaikan pembuatan jamu yang terdiri dari beberapa tahapan yaitu pencarian bahan yang cocok untuk pembuatan jamu kunyit asam, selanjutnya proses pembuatan jamu dan tahapan-tahapan dalam pembuatan jamu dan yang terakhir pengemasan jamu yang menarik sehingga layak untuk dikonsumsi dan di jual belikan. Berikut adalah tahapan-tahapan pembuatan jamu kunyit asam yang digunakan untuk meningkatkan imunitas tubuh manusia:  

  1. Pada tahapan pertama penulis mencari terlebih dahulu bahan-bahan yang dibutuhkan untuk membuat jamu kunyitasam, penulis mendatangi rumah warga di Desa Panggungroyom yang menanam budidaya tanaman rempah-rempah seperti kunyit, jahe, lengkuas, dan rempah-rempah lainnya. 
  2. Pada tahapan selanjutnya yaitu pembuatan jamu kunyitasam secara tradisional 
  3. Dan pada tahapan yang terakhir yaitu pengemasan jamu kunyiasam. 

 

 

DISKUSI 

Kunyit, Curcuma longa L. (Zingiberaceae) adalah tanaman tropis yang banyak terdapat di benua Asia. Dalam sejarah perobatan rakyat India, kunyit dianggapkan sebagai bahan antibiotik yang terbaik sementara pada masa yang sama kunyit juga digunakan untuk memudahkan proses pencernaan dan memperbaiki perjalanan usus. Dari ketiga bahan diatas diketahui mengandung senyawa kurkumin yang memiliki banyak sekali manfaat seperti : antioksidan, antiinflamasi, antibakteri, dan antivirus yang sangat cocok apabila digunakan untuk meningkatkan imunitas agar tetap sehat dikala pandemi seperti saat ini. Jahe (Zingiber officinale) merupakan tanaman rempah yang berasal dari Asia Selatan, dan sekarang telah tersebar ke seluruh dunia.[3] Jahe dimanfaatkan sebagai bahan obat herbal karena mengandung minyak atsiri dengan senyawa kimia aktif, yang berkhasiat dalam mencegah dan mengobati berbagai penyakit. Senyawa kimia aktif yang juga terkandung dalam jahe yang bersifat antiinflamasi dan antioksidan, adalah gingerol, beta-caroten, capsaicin, asam cafeic, curcumin dan salisilat.[3] Kunyit dan asam merupakan salah satu jenis rempah yang banyak ditanam oleh masyarakat Desa Panggungroyom, Kecamatan Wedarijaksa Kabupaten Pati. Namun salama ini pemanfaatan kunyit dan asam hanya sebagai rempah bumbu masakan saja. Seperti diketahui bahwa kandungan manfaat yang ada didalam kunyit dan asam adalah sangat tinggi, yaitu seperti kurkuminoid dan minyak astiri, dimana kurkuminoid adalah senyawa yang berpotensi sebagai antioksidan. Oleh karena itu, kedua rempah yang selama ini juga diracik sebagai minuman jamu, dalam masa pandemic Covid ini sangatlah diburu oleh masyarakat, karena dapat meningkatkan imun tubuh. Namun kurang maksimalnya produksi beserta pengemasan yang menarik, sehingga kedua rempah ini tidak dapat berguna maksimal seperti seharusnya. Untuk mengatasi masalah di atas, maka kegiatan Kuliah Kerja Nyata  ini berfokus pada pembuatan minuman jamu. 

Pada ini dasarnya mengkonsumsi Jamu , menambahkan konsumsi suplemen juga disarankan jika tubuh merasa membutuhkan. Untuk itu , orang dengan aktivitas fisik berlebihan, orang yang dipaksa bekerja di luar rumah, dan orang dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah seperti orang dengan komorbiditas sangat dianjurkan untuk mengkonsumsi imunostimulan. Mengelola stres juga penting, karena stres memengaruhi kekebalan tubuh.[4] Pada Program pengabdian masyarakat yang dilakukan di Desa Panggungroyom, Kecamatan Wedarijaksa, Kabupaten Pati ini memanfaatkan tanaman yang mudah sekali di dapatkan di lingkungan warga sekitar dan di manfaatkan sebagai bahan olahan yang bisa di konsumsi ataupun bisa di jadikan ide bisnis jualan. Jamu kunyit asem ini sangat mudah pembuatannya . cukup menggunakan kunyit,jahe,sereh,dan gula merah sebagai penambah rasa. Semua bahan tersebut dihaluskan dan selanjutkan bisa direbus sampai airnya mendidih. Setelah matang jamu bisa disaring dan disajikan dalam keadaan hangat maupun dingin. Jamu dari bahan rempah-rempah ini kaya akan manfaat yang dapat membantu meningkatkan imunitas tubuh dalam menghadapi pandemi Covid-19 yang sedang mewabah di seluruh dunia. 

 

KESIMPULAN DAN PEMBELAJARAN 

Kesimpulan dan hasil pengabdian masyarakat di Desa Panggungroyom ,Kecamatan Wedarijaksa,Kabupaten Pati, Provinsi Jawa Tengah ini adalah menambah pengetahuan tentang olahan tradisional yang dapat meningkatkan imunitas tubuh selain menggunakan obat-obatan yang berbahan dasar kimia. Selain itu kegiatan ini dapat menjadi edukasi bagi masyarakat tentang manfaat rempah-rempah yang selain sebagai bumbu masakan juga dapat dijadikan ide bisnis jualan pada masa pandemi Covid-19 saat ini. Diharapkan masyarakat timbul pemikiran baru tentang pentingnya menjaga imunitas dengan minuman herbal dikala pandemi. Selain itu menambah pengetahuan tentang cara membuat minuman herbal yang praktis dan tentunya dapat dikerjakan dirumah. 

 

UCAPAN TERIMAKASIH 

Penulis mengucapkan terima kasih kepada Institut Pesantren Matholi’ul Falah Margoyoso Pati ini , yang berkerjasama dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana, Satgas Covid-19 atas kesempatannya untuk melakukan kegiatan pengabdian masyarakat dan sekaligus menjadi relawan Covid-19 secara nyata . Dan Terimakasih untuk masyarakat Desa Panggungroyom, Kec.Wedarijaksa, Kab.Pati yang telah berkontribusi dalam kelancaran terlaksananya program Kuliah Kerja Nyata ini , sehingga program ini dapat berjalan dengan baik.  

 

ACUAN PUSTAKA 

  1. Sipil, J. T., Mesin, J. T., & Tidar, U. (2020). Pengembangan Usaha Jamu Herbal Untuk Meningkatkan Imunitas Tubuh Dalam Menghadapi Pandemu Covid-19. 4(01), 61–68. 
  2. Supandi, M., Nuryati, N., & Amalia, R. (2017). Pemanfaatan Temulawak, Jahe Merah, Kunyit Putih, Kapulaga, Bunga Lawang, Daun Salam Sebagai Bahan Tambahan Pembuatan Jamu. Jurnal Teknologi Agro-Industri, 3(2), 15–22. 

https://doi.org/10.34128/jtai.v3i2.3 

  1. Kusumo, A. R., Wiyoga, F. Y., Perdana, H. P., Khairunnisa, I., Suhandi, R. I., & Prastika, S. S. (2020). Jamu Tradisional Indonesia: Tingkatkan Imunitas Tubuh Secara Alami Selama Pandemi. Jurnal Layanan Masyarakat (Journal of Public Services), 4(2), 465. https://doi.org/10.20473/jlm.v4i2.2020.465-471 
  2. Prihapsara, F., & Artanti, A. N. (2016). Inovasi jamu dalam kemasan siap minum sebagai upaya meningkatkan pola konsumsi jamu dan pemberdayaan masyarakat di kecamatan jaten. Seminar NAsiaonal Dan Gelar Produk, 24–33. 
  3. Kundarto, Wisnu, D. (2020). Peningkatan Kualitas Bentuk Sediaan Produk Minuman Jamu Kunyit Asam Melalui Pembuatan Permen Jelly di Industri Rumah Tangga Jamu Jeng In Desa Wedomartani Ngemplak Sleman Yogyakarta. Jurnal PEPADU, 1(1), 106– 111. 

 

 

Source Of Pembuatan Jamu Tradisional Untuk Tingkatkan Imunitas From all source

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *