Peran Penting Sains Bagi Anak Usia Dini

2 min read

Oleh:
SITI SUTANTI

Kehidupan anak usia dini tidak terlepas dari pendidikan sains, kreativitas dan aktivitas sosial. Oleh karena itu, pendidik hendaknya dapat menstimulasi atau merangsang anak usia dini dengan berbagai kegiatan yang terkait dengan sains dan teknologi. Kegiatan sains dapat merangsang anak melakukan eksplorasi terhadap berbagai benda dan media, baik benda hidup maupun benda tidak hidup yang ada dilingkungan sekitar anak.

Dengan sains pendidik dapat melatih anak menggunakan lima inderanya untuk mengenal berbagai macam gejala benda dan gejala peristiwa. Anak distimulasi serta dilatih untuk melihat, meraba, membau, merasakan dan mendengar . Semakin banyak keterlibatan indera dalam pembelajaran, anak akan semakin memahami apa yang dipelajari. Anak memperoleh pengetahuan baru dari hasil penginderaanya dengan berbagai benda yang ada di lingkungan sekitar mereka. Pengetahuan yang diperolehnya anak dapat berguna untuk modal berpikir lanjut. Melalui proses sains, anak dapat melakukan percobaan sederhana. Percobaan tersebut dapat melatih kemampuan anak dalam menghubungkan sebab dan akibat dari suatu perlakuan sehingga anak mampu berpikir logis.

Dengan cara mengembangkan kemampuan berpikir, anak diharapkan mampu mengolah perolehan belajar mereka serta dapat menemukan bermacam-macam cara dalam pemecahan masalah. Salah satu hasil dari pembelajaran yang harus dicapai adalah anak mampu mengenal berbagai konsep sains sederhana dalam kehidupan sehari-hari.

Dunia anak adalah bermain, maka dari itu pembelajaran dapat dilakukan melalui kegiatan bermain sambil belajar atau belajar seraya bermain. Bermain adalah salah satu kegiatan yang dilakukan dengan atau tanpa menggunakan alat yang menghasilkan pengertian atau memberikan informasi, memberi kesenangan maupun mengembangkan imajinasi pada anak usia dini.

Anak diajak bermain agar dapat bereksplorasi, menemukan dan memanfaatkan objek- objek yang ada di dekatnya, sehingga pembelajaran menjadi lebih bermakna. Selain itu, belajar dengan bermain memberi kesempatan kepada anak untuk memanipulasi, mengulang-ulang, menemukan sendiri, mempraktekkan dan mendapatkan bermacam-macam konsep serta pengertian yang tidak terhitung banyaknya.

Sains adalah proses pengamatan, berpikir, dan merefleksikan aksi dan kejadian/peristiwa. Sains merupakan cara berpikir dan melihat dunia sekitar.

Sains pada anak-anak usia dini dapat diartikan sebagai hal-hal yang menstimulus mereka untuk meningkatkan rasa ingin tahu, minat dan pemecahan masalah, sehingga memunculkan pemikiran dan perbuatan seperti mengobservasi, berpikir, dan mengaitkan antar konsep atau peristiwa.

Anak usia dini, atau usia prasekolah, berada dalam masa emas dalam perkembangan otaknya. Salah satu hasil penelitian menyebutkan, kapasitas kecerdasan anak pada usia empat tahun sudah mencapai 50 persen. Kapasitas ini akan meningkat hingga 80 persen pada usia delapan tahun. Ini menunjukkan pentingnya memberi rangsangan pada anak usia dini.

Sains dapat melatih anak bereksperimen dengan melaksanakan beberapa percobaan atau eksperimen, untuk memperkaya wawasan anak, untuk selalu ingin mencoba dan mencoba. Sehingga sains dapat mengarahkan dan mendorong anak menjadi seorang yang kreatif dan penuh inisiatif.

Sains membiasakan anak-anak mengikuti tahap-tahap eksperimen dan tak boleh menyembunyikan suatu kegagalan. Artinya, sains dapat melatih mental positif, berpikir logis, dan urut (sistematis). Di samping itu, dapat pula melatih anak bersikap cermat, arena anak harus mengamati, menyusun prediksi, dan mengambil keputusan.

Untuk anak prasekolah keterampilan proses sains hendaknya dilakukan secara sederhana sambil bermain. Pengenalan sains pada usia dini lebih ditekankan pada proses daripada produk. Proses sains ini disebut metode ilmiah yang secara garis besar meliputi : Observasi, problem solving, melakukan percobaan dan analisa data serta mengambil kesimpulan.

Pengembangan pembelajaran sains bagi anak usia dini, harus memiliki arah dan tujuan yang jelas, karena dengan tujuan yang jelas akan dapat dijadikan standar dalam menentukan tingkat ketercapaian dan keberhasilan suatu tujuan pembelajaran yang dikembangkan dan dilakukan.

Beberapa tujuan pembelajaran sains bagi anak usia dini adalah agar anak-anak memiliki kemampuan memecahkan masalah yang dihadapinya melalui penggunaan metode sains, sehingga anak-anak terbantu dan menjadi terampil dalam menyelesaikan berbagai hal yang dihadapinya, agar anak memiliki sikap ilmiah, agar anak-anak mendapatkan penngetahuan dan informasi ilmiah yang lebih baik dan dapat dipercaya, artinya informasi yang diperoleh anak berdasarkan pada standar keilmuan yang semestinya, karena informasi yang disajikan merupakan hasil temuan dan rumusan yang obyektif serta sesuai dengan kaidah-kaidah keilmuan yang menaunginya, agar anak lebih berminat dan tertarik untuk menghayati sains yang berada dan ditemukan di lingkungan dan alam sekitarnya.

Kegiatan sains sebaiknya disesuaikan dengan tingkat perkembangan dan karakterstik anak usia dini. Anak-anak harus mendapatkan kesempatan untuk mengaungkapkan gagasan mereka dan pikiran mereka sebagai wujud dari sebuah dugaan-dugaan sebelum memulai aktivtas sains.

Ketika memberikan kegiatan sains , seorang pendidik tidak diperkenankan terlalu banyak bicara dan membiarkan anak-anak mengolah hipotesis, pernyataan tentang apa yang mereka pikirkan . Tugas seorang pendidik hanyalah mengamati anak-anak dalam proses memformulasikan gagasan mereka. Aktivitas ini akan menjadi kebiasaan.

 

 

Berita Viral Berjudul Peran Penting Sains Bagi Anak Usia DiniSebelumnya Sudah Tayang di LENSAPATI(*)com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *